Thursday, September 25, 2014 0 comments

Mencari Cahaya [part 3 Rawa diAtas Awan]

Bangunan itu terlihat seperti masjid besar dengan kubah terbuat dari berlian sebesar bukit barisan, kubah yang terlihat seperti kaca raksasa yang tembus pandang, awan dan sinar matahari dapat masuk dengan leluiasa ke dalam bangunan indah ini. Bangunan besar berwarna putih dengan pilar-pilar besar menyangga diluar bangunan, deperti kuil zeuz didalam dongeng yunani kuno. Bangunan itu pun berstruktur berundak-undak, mempunyai beberapa lapisan, berbentuk seperti tangga yang mengelilingi bagian bawah bangunan. Aku hanya terkagum-kagum dengan bangunan yang aku lihat ini.Kamu mulai mendekatinya, aku mencoba memasuki bangunan itu. Mungkin ada jawaban dari semua peristiwa ini, atau bahkan akan menemukan jalan keluar untuk kembali ke pulau tanpa penghuni dan bertemu dengan teman-temanku yang sedang bermain dipantai.
Sudah setengah hari aku berjalan bersusah payah menjejakkan kaki ku diatas awan yang lembut, tak kukira akan sejauh ini perjalanan yang akan aku tempuh untukmencapainya. Hay, aku tak menyadarinya dari tadi ternyata awan-awan yang sebagai pijakan ku mulai meninggi, yang tadinya berada dibawah telapak kaki ku, sekarang sudah selulut, seperti melewati rawa yang luas, kakiku seperti diselimuti kabut yang tebal bahkan jari kaki ku pun tak dapat terlihat. Awan ini tidak hanya mulai meninggi, tetapi angin menuju bangunan itu juga terasa semakin kencang, angina yang keluar dari dalam bangunan seakan-akan menghalangi ku untuk mendekatinya.
Friday, August 8, 2014 0 comments

Resensi Novel Amelia (Si Anak Kuat)

Akhirnya setelah lama tak membaca novel, karena sibuk baca buku-buku bertema sejarah. Setelah selesai membaca buku yang menurut ku langka karna sulit didapet, dengan penuh perjuangan ahkirnya barangnya datang juga, buku biografi presiden pertama RI, yang ditulis oleh Chindi Adams yang berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”. Oke cukup sampai disini basa basinya, 3 bulan yang lalu aku sempat tergila-gila dengan novel-novel karya bang Tere Liye, dan aku sempat membuat 3 resensi novelnya (Burian, Pukat, dan Eliana)3 buku dari serial anak-anak mamak.
Novel ini sebenrnya sudah lama aku beli, tapi karna ada buku-buku yang menarik untuk disesaikan dulu bacanya. Novel ini berjudul “Amelia” . bukunya cukup menghibur dan ringan bahkan hanya perlu waktu 5 jam untuk menyelesaikanya, heheheh bacanya fasttrack. Oke langsung aja ya kita kupas novelnya.

Judul                     : Amelia, Serial Anak-Anak Mamak Buku-1
Penulis                   : Tere Liye
Penerbit                : Republika
Cetakan                 : I, Oktober 2013
Tebal                    : vi, 392 Halaman
Novel Amelia, serial anak-anak mamak merupakan seri pertama namun terbit pada sesi terakhir, mengapa? Jawabanya saya tidak tahu, yang tahu hanya tuhan dan bang Tere Liye saja, hahahaha. Bang Tere liya mengisahkan tidak selamanya anak bungsu itu berperilaku cengeng, manja dan tidak bisa diatur. Buktinya pada sosok Amelia, yang terlahir dengan perilaku yang kuat, tidak pernah menyerah, sekalipun situasinya menyadaekanya bahwa anak bungsu pada akhirnya akan tetap menjadi “penunggu rumah” dan sejauh apapun ia pergi, takdir akan membawanya kembali.
Saturday, August 2, 2014 0 comments

Akhir Cerita

Akhir tragedi yang disebabkan oleh kesalahpahaman
Antar seorang pemuda yang takbisa mengungkapkan isi hatinya
Dan wanita yng menyembunyikan wajahnya
Dalam tangisan dan air matanya
Ironisnya hanya foto yang tersenyum

Dan emas itu terkubur saat jurang itu longsor
Dan itu terkubur untuk selamanya
Tidak ada orang yang mau menghabiskan uang satu miliar lebih untuk mencari emas senilai satu milyar
Akhirnya, emas hasil dari keserakahan manusia kembali kebumi
Bersama kutukan hantu laut

Aku terdiam membisu setelah kehilanganmu
Hanya suara angin yang memecahkan kesunyian malam.

Tuesday, July 8, 2014 2 comments

Sajak Indonesia Ibarat Kapal Tua (Abdur Arsyad)

Wahh, sudah 4 minggu nggak lihat Stand Up comedy season 4. Eettsss tunggu jangan kalian piker disragen nggak ada listrik atau nggak ada sinyal Televisi ya.. hmmm emang sih sinyalnya jelek, bukan berarti disragen daerah tertinggal, bukann salah besar kalo kalian berfikir seperti itu, disini Cuma daerahnya yang berbukit-bukit jadi nggak dapet sinyal bagus. Sudahbasa-basinya.
Karna saat ini saya sibuk magang di kakandatel Sragen(Telkom Cabang Sragen), dan baru bisa buka youtube tadi malam, eh ternyata SUCI 4 sudah kelar dan tidak disangka2 bang David dari betawi yang juara, selamet bang david tu motor bisa buat ngojek, hehehe. Dan bang Abdur Arsyad sebagai runner up SUCI 4, ada yang menarik nihh saya mau bagi buat kalian ternyata penampilan terakhir dipanggung SUCI 4 kemaren bang Abdur keren parah, dia membawakan sajak terbaik dan kisah terbaik dari seorang Abdur Arsyad. Niihh cuplikanya.. Lihat SIni

Indonesia Ibarat Kapal Tua
Saturday, July 5, 2014 0 comments

Pilihlah yang tepat, jangan mencacat

Malam ini ditutupnya acara kampanye untuk kedua pasang capres dan cawapres 2014 yang telah bergulir beberapa pekan terakhir. Ditutup dengan debat kelima yang diselanggarakan oleh panitia KPU(Komisi Pemilihan Umum) 2014, sudah beberapa pekan saya diam dan memperhatikan ke 2 calon presiden dan wakil presiden berkampanye menyuarakan visi misinya saat mereka diberi mandat untuk mengabdi kepada ibu pertiwi.
Pemilu kali ini banyak masyarakat yang antusias menyambutnya dan bahkan sengat diperhatikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terbukti saat dunia gempar dan mata dunia sedang memandang ke Negara samba(Brazil) karena dibelahan bumi ini sedang diselanggarakan event 4 tahunan yaitu FIFA World Cup 2014 Brazil. Diseluruh dunia jejaring social membicarakan event ini.
Wednesday, June 11, 2014 0 comments

Mencari Cahaya [part 2 Sepucuk Surat]


 

“Siapa kau? Mangapa kau mengejarku di labirin gelap ini, apa mau mu?” tanyaku yang masih keringat dingin karena kaget setengah mati melihat sosok yang tak kenal menyerupai diriku.
“albusatera barhawa setra maha ruchi kanji nebusta” jawabnya.
“apa? Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan, siapa kau sebenarnya?” sambil tanganku menggenggam sekuat yang ku bisa, untuk berjaga-jaga kalau dia menyerangku.
Sosok hitam itu hanya menjawab ku dengan mengeluarkan suara-suara dengan bahasa yang tak bisa ku mengerti sepatah kata pun. Dan dengan suara yang tak jelas, lebih mirip berbisik. Wajah itu menatapku dengan tatapan seakan bertanya-tanya dalam kebingungan melihatku. Apakah dia juga heran dan sama takutnya dengan ku saat mengalami kejadian ini. Itu menjadi misteri hingga saat ini.
Daarrrkkk terdengar suara pintu dibelakangku yang tergedor sangat keras dari dalam, sial!! aku seperti terkurung dengan keadaan ini, didepanku terlihat sosok hitam yang tak kukenal sama sekali, dan ditambah pintu misterius dibelakangku bergerak seakan ada seseorang yang mencoba mendobraknya.
Monday, June 2, 2014 0 comments

Mencari Cahaya [part 1 Labirin]


Sudah lama aku mencari cahaya didalam labirin gelap ini, labirin yang tak berujung, labirin yang tak memberi ku alasan untuk pulang kepadaMu. Aku berjalan terlalu lama, sebenarnya hanya itu-itu saja jalan yang ku lalui, aku kehilangan arah, kehilangan petunjuk yang Kau berikan kepadaku. Aku meraba-raba yang ada didepanku kosong, tak ada apa-apa selain dinding-dinding yang membatasi ruang gerak ku menuntun keruang yang tak kukenal.
Mencoba mendengar sekitarku yang sunyi, mencoba penglihatanku yang gelap, aku takut, gusar, dan ragu-ragu dalam setiap langkah. Tiba-tiba aku merasakan hawa sesosok makhluk berada dibelakangku, bulu kuduk ku berdiri, aliran darahku bergerak cepat. Aku tak banyak piker dan langsung berlari kalang kabut, sosok itu mengejarku, aku tak tahu pasti karena kegelapan ini pandanganku terbatas. Tapi dengan auranya yang kelam, tersa betu bahwa dia mengejarku.
Aku tak tahu sosok apa yang mengejarku itu, apa maunya, dan yang penting dimana aku sekarang? Aku tak bisa berfikir dengan jernih, ditambah dengan ketakutan setengah mati karena dikejar sosok hiatam yang menakutkan itu. Astaga dia cepat sekali, tak kuasa lagi kakiku untuk melangkah, dan sudah sejauh mana aku berlari, atau aku hanya berputar disitu-situ saja? Entahlah.
 
;