| pemuda yang tak mau tahu perjuangan pahlawannya |
Beberapa
saat yang lalu saat saya mengutarakan niat berlibur kejakarta untuk mendatangi monument
nasional(monas), karena saya ingin
melihat teks proklamasi yang telah mempersatukan bangsa Indonesia. Tapi, mereka
mengejek dan menertawakan saya, mungkin
karena saya orang desa(kampung) yang
tidak biasa menjelajah ibukota seperti mereka(karena mereka tinggal di jakarta). Saat, mereka menertawakan saya
sebagai orang kampung yang ingin melihat monas saya bisa terima itu karena
kenyataannya memang benar adanya bahwa saya tinggal di desa(kampung).
Saya
tak pernah merasakan hidup dikota dengan segala kemodernannya seperti mereka, yaa
memang benar saya orang desa yang lugu, kampungan, dan masih membawa adat untuk
berbaur bersama mereka, tapi saya bangga akan adanya. Tapi, yang saya tidak terima
adalah saat mereka menertawakan dan menghina niat saya untuk melihat sejarah,
menghina sejarah Negeri ini.
Apa salahnya menjadi orang desa yang Bangga dan Mencintai Negerinya, dari pada menjadi orang kota yang tak menghargai Sejarah bangsanya(orang yang tak tau diri).






