Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Wednesday, October 21, 2020 0 comments

Ilusi Nawacita dan Kegagapan Kaum Intelektual Kiri

BERBAGAI analisis telah menunjukkan mengenai kecil dan insignifikannya gerakan kiri di Indonesia sejak 1965 dan karena itu pula agenda politik yang progresif menjadi marginal. Dalam debat mengenai posisi politik untuk pemilu 2019, para penulis IndoPROGRESS juga bersepakat pada kesimpulan serupa. Pokok perdebatan terletak pada bagaimana membangun kekuatan politik alternatif serta mengonsolidasikannya sebagai gerakan yang mampu secara signifikan mendesakkan agenda politik yang progresif.

Ada dua posisi yang bisa dikata saling bertentangan dalam debat itu. Posisi pertama, mendorong perubahan dari dalam dengan mendukung atau beraliansi dengan salah satu kekuatan politik yang bertarung dalam pemilu. Posisi kedua, mengampanyekan agar konsolidasi gerakan alternatif dilakukan tanpa beraliansi dengan kekuatan politik mana pun yang tidak mengutamakan agenda kerakyatan. Saya termasuk yang bersepakat dengan posisi kedua sebagaimana telah saya kemukakan dalam beberapa tulisan sebelumnya.

Friday, November 4, 2016 0 comments

​Kegelisahanku Tentang Agama



"dari 73 golongan yg ada, mungkin golongan yg masuk surga itu golongan punk, siapa tau aja kan?" ucap temanku.
Kami bersenda gurau soal Tuhan dan agama Islam. Aku rasa tidak ada yg perlu dipersoalkan dengan pernyataan nyeleneh mereka, toh aku pernah mendengar yg lebih parah dari mereka. Persoalannya adalah aku menemukan yg lain saat bersama mereka. Racun-racun kami minum bersama dan aku yg paling banyak minum. Mulai dari makan mie, minum coca-cola dan fanta, dan menyirup kopi asli dari Sumatera. Semua membuatku sakit perut.
Hingga pagi menjelang, aku berpikir bahwa ususku sudah bolong, namun hanya dengan seteguk air, hilang sudah sakit perutku. Aneh? Menurutku tidak, itu suatu konsekuensi alami dari reaksi kimia yg terjadi dalam perut. Tetapi bagaimana dengan seteguk air yg dibaca dengan kalimat basmalah? Hilang sudah laparku selama sehari.
Wednesday, October 28, 2015 0 comments

Pergerakan Pemuda Saat Ini (Aksi Turun Kejalan Atau Aksi Sosial).

Ada hantu yang berkeliaran negeri ini, hantu para pemuda yang tidak perduli dengan bangsanya. 87 tahun yang lalu para pemuda mengambil sumpah untuk berbangsa, bertanah air, dan berbahasa yang satu. Lalu melakukan tindakan nyata membuat konsepsi-konsepsi pembentukan bangsa Indonesia dikemudian hari dan berjuang dengan tindakan yang berujung dengan pembuangan. Lalu jaman setelah kemerdekaan, para pemuda melakukan tindakan nyata pula dengan mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan Republik.
Dijaman orde lama. Para pemuda berjuang disektor pendidikan, yaitu belajar dan mendidik masyarakat, Ini pula suatu tindakan nyata. Berbeda dengan jaman orde baru, Tindakan nyata para Pemuda saat itu ialah turun kejalan untuk mendobrak para penguasa, menghancurkan tirani, Karena suara dibungkam, tubuh dibuang, dan keadilan diperkosa oleh para pengusa.
Lalu jaman ini. Apa tindakan nyata yg dilakukan Pemuda(Mahasiswa)? Berjuang memberikan konsepsi-konsepsi? Berjuang dalam mendidik masyarakat? Berjuang mendobrak tirani? yang mana yang kau sebut berjuang? yang mana yang kalian katakana pergerakan? tindakan yang mana kalian mengatas namakan penyambung aspirasi rakyat?
“Lalu apa tindakan nyata KITA? pantaskah kita menginjakkan kaki dibumi pertiwi dan menari diatasnya? merayakan ketamakan dan diri kita sendiri. Padahal Sesungguhnya bukan darah kita yang tertumpah untuk Indonesia, TIDAK setetespun keringat kita menyumbang untuk negeri ini. JANGAN JADI PENYAKIT, yang tidak tau terimakasih”
BANGUN!!! BANGUN!!! BANGUN NEGERI INI!!!
Thursday, September 10, 2015 0 comments

Temukan Pahlawan Di Dalam Diri Kita

via Google
“Patriotism tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan, seseseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat akal kalau ia mengenal akan objek-objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia bersama rakyat dan alamnya dengan dekat” –Soe Hok Gie
Jikalau hanya, orang yang gagah berani gugur dimedan perang melawan para penjajah untuk mempertahankan negeri ini yang hanya disebut seorang pahlawan. Lalu bagai mana seseorang yang dengan mempertaruhkan waktu jiwa dan hartanya untuk kemajuan bangsanya. Berjuang tidak harus berdarah darah melawan penjajah, berjuang mati-matian di bidangnya juga bisa disebut pahlawan, jika niat yang dia pakai untuk berjuang adalah karena ingin memajukan bangsanya, ia sudah layak disebut pahlawan.
Saturday, May 16, 2015 1 comments

Jawaban Untuk Kebanggaanku Kepada IK

         

         Ada beberapa hal yang sangat menggelitik pemikiran ku semalaman ini, sebuah pernyataan dari seorang sahabat yang lalu menjadi pertanyaan besar sehingga mengganggu tidurku. Pernyataan yang dilontarkan itu adalah hasil dari kebiasaaan ngobrol-ngobrol kecil setelah futsal tadi malam. Diawali dengan pertanyaan iseng sahabatku,
E: “gimana kabar BEM put?”Aku : “Baik, aman-aman saja. Karena sedang uas kampus jadi adem-ayem, trus IK gimana?”E : “ya begitulah, sama aman-aman saja.”Aku: “eh iya, aku mau ngasih masukan dong, kamu ngerasa ndak sih, kalo perkembangan kita itu     agak lambat, berbeda dengan Himasains dulu yang berkembang sangat cepat.”E: “lambat gimana? Jangan bandingkan dengan BEM dong, kalo menurut aku sih kebanggan kamu ke IK itu kurang.”Aku: “kurang? Maksudnya? Bukan aku bandingkan dengan BEM, aku melihat dengan himpunan yang lain itu, hima kita sedikit lebih lambat pergerakanya, dan kurang kelihatan aja dilingkup kampus kita.”E: “iya, maksudnya, karena kamu kurang melihat kegiatan hima kita, kamu lebih sibuk diatas, dan jarang berkumpul dengan kita. Seperti yang aku sebutkan tadi, kebanggan kamu kehima kita kurang, buktinya kamu lebih sibuk berkontribusi diluar dari pada dihima.”
Saat Arak-Arakan November 2014
Wednesday, April 8, 2015 0 comments

Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Pemersatu Bangsa


Indonesia merupakan negara yang kaya. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua Samudera serta terletak di dalam lingkaran cincin api dunia. Selain itu, kondisi geografis Indonesia juga membentuk Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau. Jika mengikuti pembagian iklim berdasarkan lintang, maka Indonesia terletak di iklim tropis. Jika ditinjau lebih jauh, kondisi alam Indonesia ternyata sangatlah heterogen dengan adanya bioma-bioma yang beragam di wilayah-wilayah di Indonesia. Hal ini menyebakan Indonesia memiliki keyakaan alam yang sangat luar biasa. Implikasi logis dari kekayaan alam tersebut ialah kekayaan budayanya. Sebab, manusia akan hidup mengikuti bagaimana alam tempat hidupnya sebab Kebudayaan manusia dibentuk oleh faktor alam(nature) dan faktor sosial(nurture). 
Kekayaan kondisi alam Indonesia yang menyebabkan kebudayaan yang beragam tersebut menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat plural. Indonesia bisa dikatakan plural sebab secara suku, bahasa, agama, dan kepercayaan Indonesia sangatlah beragam. Keberagaman tersebut tentunya menjadikan masyarakat Indonesia memegang nilai-nilai yang berbeda antara satu dengan yang lainnya sehingga sangat mungkin terjadi ketidakcocokan yang bisa menimbulkan konflik. Kondisi masyarakat Indonesia seperti demikian juga disadari oleh parafounding fathers saat merumuskan dasar negara kita, yakni Pancasila yang mengandung nilai-nilai pluralitas.
Friday, March 20, 2015 0 comments

Wangi Apa Almamatermu?

Gambar dari sini
Seorang mahasiswa menepuk-nepuk bagian bahu almamaternya. Sesekali ia tiup. Membuat butir-butir debu beterbangan. Bagian lengan terlihat kusam, masih tersisa bekas keringat yang bercampur debu saat berdemo kemarin siang. Lantas ia mencium jaket kebanggaannya itu. “Inilah wangi perjuangan”, bisiknya dalam hati.
Di sudut yang lain, seorang mahasiswa sedang menyeterika kemeja putih, celana hitam, dan tidak lupa jaket almamaternya. Bahkan, biasanya sangat jarang ia semproti baju yang diseterika dengan pewangi dan pelembut, tapi hari itu ia pakai. Mahasiswa itu membuka agendanya. Di lembar ke dua belas ia tuliskan bahwa besok ia harus mengikuti konferensi tingkat nasional. Ah, pasti karena itu ia siapkan pakaian rapi lengkap dengan almamater kebanggaannya. Sebelum diletakkan dalam sudut lemari, diciuminya almamater itu. “Wanginya sudah siap untuk konferensi esok,” batinnya bergumam.
Thursday, December 18, 2014 0 comments

Melihatmu(bay) Dari Belakang


Sudah 2 bulan lebih aku berjalan sendiri dijalan yang sama saat 3 tahun yang lalu, tak sedikitpun aku ingin mencari jalan yang lain. Jalan yang berkelok-kelok menaiki gunung dan menuruni lembah, aku disajikan pemandangan indah menyejukkan. Mungkin perjalanan ini tak akan sama lagi seperti dulu, yang dimana engkau selalu berada disampingku menemaniku dari kesepian, menunjukkan arah jalanku ketika aku talah jauh dari jalan ini, dan selalu manja menggodaku.
Ya, mungkin tak akan sama lagi. seperti 2 bulan yang lalu saat engkau membiarkan aku memulai perjalanan sendiri, memlepaskan aku untuk berjalan jauh didepanmu. Tapi, pada kenyataannya aku memutar kemudi lalu berjalan dibelakangmu, aku tak mau membiarkan dirimu berjalan sendiri, melihatmu jatuh sendiri tanpa ada bahuku yang siap menyaggamu.
Mungkin engkau tak menyadari bahwa aku berjalan dibelakangmu saat ini, aku melihatmu kesusahan dan aku tak bisa melakukan apa-apa, aku sudah tak punya hak lagi membantumu, jujur melihat itu membuat hatiku sakit. Sakit bukan karena ditinggalkan, melainkan sakit karena tak bisa berbuat apa-apa.
Friday, November 14, 2014 0 comments

Keindahan Fajar

”Bagiku waktu selalu pagi, diantara potongan dua puluh empat jam dalam sehari, bagiku pagi adalah waktu yang paling indah. Ketika janji – janji baru muncul seiring embun menggelayut diujung dedaunan. Ketika harapan – harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan terlampau lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi – mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam – malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.” –Tere Liye
Kata kata diatas adalah penegasan dari tokoh tegar dalam salah satu novel tere liye, ya mungkin ada benarnya. Akhir-akhir ini aku memaknai waktu seperti apa yang tokoh novel itu pikirkan, setiap pagi yang diawali oleh fajar diufuk timur, seiring dengan embun-embun yang mengkristal diatas rumput-rumput didepan kamarku. Jatuh seiring dentingan waktu yang berlalu bersama kesedihan. Pagi selalu menawarkan hal-hal baru untuk dilalui dihari itu. Seakan-akan fajar mengikis kesedihan yang ada dihati ini.
Jadi tetep semangat dan terus berdoa agar kita selalu bertemu dengan fajar diufuk timur, mega merah saat detik-detik matahari muncul saat aku melihat nya seakan-akan waktu telah berhenti sejanak dan berhanti bernafas karna melihat kejadian yang menajubkan. Jadi inget teman susah apapun runtangan yang kau hadapi di tengah jalan unntuk menggapai impianmu, kau selalu ingat disetiap gelap malam pasti akan diakhiri dengan terangnya fajar, disetiap keresahan selalu ada pagi yang menawarkan keceriaan.
Tetap tersenyum kawan.
Wednesday, May 21, 2014 0 comments

Memilih itu lebih mudah ketimbang mempertahankan apa yang telah kita pilih

Akhirnya suasana digriya sudah mulai sepi, seperti biasanya saat menjelang liburan. Rafif, rossid, vian, sudah pulang, dan besok yayan pun menyusul pulang ke solo. Rasanya ingin pulang kerumah bertemu kangen dengan keluarga dan sang pujaan hati, melepas penas sejenak dan menyegarkan otak kembali, setelah hamper 1 bulan digonjang-ganjing dengan tugas,tugas, tugas, tugas, tugas, dan terakhir dalam minggu ini adalah Ujian Akhir Semester. Mungkin karena itu juga factor yang memperngaruhi aku jarang up date di blog ini.
gambar dari Google.com
Disisi lain aku tampak resah akan pemikiran ku yang terkadang bertolak belakang dengan diriku saat ini, seperti sosok orang lain yang mengontrol pada sebagian diriku. Akhir-akhir ini  gairah untuk menulisku menurun drastis, entah karena terlalu sibuk dengan kegian kampus yang pada bulan ini saling tumpang tindih jadwalnya, ditambah tugas yang di kejar deadline. Kelelahan berfikir terlalu membuatku tidak peka terhadap masalah sekitar, tidak tajam mengkritik situasi yang semakin tak mengenakkan untuk dijalani.
Thursday, December 19, 2013 0 comments

Tarian Pemanggil Hujan dari suku Indian


Di Indian sangat sulit mendapatkan hujan. Jadi kalau hujan turun merupakan berkah yang luar biasa bagi orang Indian. Konon disana ada seorang Kepala Suku Indian yang sangat terkenal karena selalu bisa mendatangkan hujan melalui mantera dan tariannya. Pada upacara mendatangkan hujan setelah melalui musim kemarau yang sangat panjang, disana juga tampak beberapa orang asing dan juga wartawan.
Setelah melalui perjuangan panjang dengan tarian khasnya, akhirnya turunlah hujan. Karena keingintahuan yang sangat mendesak, maka wartawan yang meliput kejadian ini penasaran untuk mengetahui resep apa yang dimiliki oleh Kepala Suku Indian tersebut. Setelah diajukan pertanyaannya, maka dengan rendah hati Kepala Suku memberikan rahasianya : Agar setiap upacara selalu mendatangkan hujan,  rahasianya adalah “AKU TIDAK PERNAH BERHENTI MENARI SEBELUM HUJANNYA TURUN!” kata kepala suku.
Friday, May 3, 2013 0 comments

Kekalahan Adalah Sebagai Pecut Untuk Lebih Baik Lagi...Lagi...dan Lagi.

Eh, udah lama nggak curhat di blog hehheh. Cuma lagi nggak ada yang menarik untuk diceritakan plus 2 mingguan ini Cuma itu-itu aja kegiatan putra, begadang tidur saat adzan subuh, bangun adzan luhur, kuliah pulang, trus internetan, makan. Yah gitu-gitu adja.
Tak selamanya kita akan ada di atas
Tapi hari ini beda coy, karena ada pertandingan futsal nerusin pertandingan di kompetisi liga daerah, ini pertandingan ke 3 kami, 2 pertandingan sebelumnya kami membabat habis musuh-musuh kami dengan skor cuup jauh, tapi malam GMFC akan ditantang tim diposisi kedua coker fc.
Ya, kalo dilihat dari skill, permainan, dan pengalaman, GMFC jauh lebih unggul dari coker fc, sebab para pemainnya memiliki catatan baik di daerah asal mereka dan ditim sekolah/kampus mereka. Hmmm tapi nggak tahu ini hawa-hawa sebelum pertandingan dimulai sudah nggak enak, GMFC memiliki masalah, kami kekurangan pemain, karena banya anggota tim nggak ada digriya.
Wednesday, April 3, 2013 0 comments

Pikiran Itu Seperti Air Sabun.



Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran.
Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. 
Sunday, March 10, 2013 0 comments

Masih Muda Ayo Berkarya…!!!



Kolot banget ya tu judul, kayak berasa dijaman Eyangnya putra dulu heuheu… Tapi apalah itu yang penting yang pengen putra obrolin di ini tulisan adalah putra pengen kamu, putra, kita, saling ngasih motivasi buat ngisi ni hidup dengan sesuatu hal yang bikin kita berarti sob *sok banget kata2 putra..hehe..*.
“darah muda, darah yang berapi-berapi” gitulah kata bang haji Roma. Berapi-api semangatnya, kreatifitasnya, visinya, powerfull, dan sejuta hal yang masih orisinil lainnya yang masih nempel di jiwa seorang pemuda. Kamu tahu kan, bangsa ini masih berdiri kokoh sampai sekarang tidak lepas karena perjuangan pemuda Indonesia, adanya sumpah pemuda, perkumpulan Boediutomo, gerakan mahasiswa tahun ’66, gerakan mahasiswa yang dikenal dengan gerakan reformasi tahun ’98, dan gerakan lainnya yang membawa perubahan kondisi di negeri ini menjadi lebih baik. *sori bro nilai Sejarah putra 9 .. hehe.. sOngOng.. *.
Thursday, March 7, 2013 0 comments

BErhenti Sejenak


Sesak rasanya ketika semua masalah datang tanpa henti, mengalir begitu deras seperti amukan ombak menerjang karang di pantai. Beribu usaha tercurah demi sebuah cita-cita, namun tak kunjung memperlihatkan hasil yang diharapkan. Semangat yang membumbung tinggi di awal perjuangan kini mulai meleleh seiring berjatuhannya peluh yang keluar dari setiap pori-pori tubuh ini.

Monday, March 4, 2013 2 comments

Kalau Mau Nangis Nggak Usah Malu, menangislah…!!!


Putra perhatiin beberapa hari terakhir ini, kamu murung terus, knpa kamu? Lihat..! mata kamu lembab dan muka kamu kusut kayak tumpukan pakain kotor dipojok kamar putra… putra memang gak tau masalah kamu apa, tapi apapun yang bisa bikin kamu tersenyum kembali, putra kan ada dan lakuin itu semua buat kamu.., gak usah malu klo mo nangis, bahu putra kan selalu ada buat kamu, jadi sandaran dikala kamu nangis, ayoo.. biar perasaan kamu lebih ringan.. ok sekarang coba kamu liat ini deh…
Thursday, February 28, 2013 0 comments

Sudahlah Jangan Ngomel Di Jejaring Sosial Terus, Malu Tahu…!!!



“Kamu emang kadal bunting, jangan ngomong sembarangan kamu, aku enggak terima dibilang cantik..!”, “Hati aku ini lembut dan sensitif, jangan kau cakar-cakar dengan sikapmu…!”, “Kau menusuku dari belakang, uhh.. tatitt…!”, “Ahh kucrut.. masa makan siang aku sama pasta harusnya kan sama steak” dan segudang status omelan lainnya. Situs jejaring sosialkan harusnya bikin kita tambah teman dan tambah persahabatan dan bikin fun, bukan ajang saling pamer cacian paling keren, ato ajang pamer ngeluh paling dahsyat.
Wednesday, January 16, 2013 0 comments

Amnesia Karena Kalkulus


AAAAaaaaa kepala ku pusinggg….!!!!! Aaaarrrrrrhhhhh (suara aneh keluar dari lubang)… 2 minggu ini kehidupan putra tertekan, terjepit, terlindes, terpukul oleh rumus dan angka-angka dari kalkulus. Kehidupan sudah tak normal lagi, setelah menghadapi Uas kalkulus kemaren bener-bener plong sekarang(maksudnya hilang ingatan).
Sehari sebelum pertarungan gulat melawan juara bertahan *Kalkulus si alan*,
Thursday, December 27, 2012 0 comments

Photo Bersama Keluarga BEsar Griya MAhasiswa

ini kelarga putrayang cowok

Musibah banjir telah berlalu, air yang semula merendam rumah kami sudah surut. Dan semoga di setiap kamar tidak ditemukan buaya yang nyasar masuk ke kamar mbak-mbaknya(heheheh Buaya darat). Dan semoga waktu banjir putra lewat keluar naga dari dalam air(belut, ular dan sespesiesnya). Bener-bener putra nggak nyangka bakalan kebanjiran, seperti sekarang.
Duka pun berlalu yang sekaranmg melanda adalah waktunya foto keluarga, seperti yang sudah dijadwal kan jauh hari sebelumnya. Akhirnya photo bersama keluarga besar griya mahasiswapun, dilaksanakan pada tanggal 24 desember 2012. Karena malamnya putra tidur jam 3 malam, jadinya pagi ketiduran sampai jam 10 WIBD(Waktu Indonesia Bagian Dayeuh kolot).
Sunday, December 23, 2012 0 comments

Banjir Tidak Akan Bisa Menggoyahkan Kami, Diam Menakutkan Bergerak Mematikan.




Tanggal 21 desember 2012 sudah berlalu, perkiraan dan prediksi suku maya hanya mitos belaka, dan film 2012 tinggal lelucon belaka(tinggal dibakar tu sutradara). Melewati hari yang dimana dunia gulung tikar(kiamat), dan membayangkan film 2012 itu menjadi kenyataan(sampai orang suku maya cemas sambil gigit sandal dipojokan kamar menggalalukan kiamat benar-benar terjadi). Semua itu Pun berakhir dengan begitu saja.
 
;