Sambil menggunakan masker gas air mata dan mengacungkan tinju ke atas kaum
muda memenuhi jalanan kota di Hong Kong. Bentrokan tidak bisa dihindari. Polisi
kebingungan mengatasi kerumunan orang yang datang dari segala arah. Setelah
kucing-kucingan dengan polisi, mereka berkumpul di satu bagian kota hanya untuk
bubar dan berkumpul di tempat lain. Mereka mencapai beberapa target titik aksi
secara bersamaan. Demonstran semakin pintar mengecoh aparat. Aksi semakin
tampak terorganisasi. Mereka mendorong pagar penghalang dan melemparkan
batu bata, botol dan tongkat pada polisi. Ketika polisi mengarahkan gas air
mata ke arah mereka, mereka mengejar tabung yang mengeluarkan asap dan
menyiramnya dengan air. Inilah gambaran kondisi Hong Kong.
Selama 10 minggu berturut-turut belum ada tanda-tanda gerakan ini akan
berakhir. Para demonstran mengubah kota-kota di Hong Kong menjadi medan
pertempuran. Ini adalah demonstrasi terbesar sepanjang 15 tahun terakhir.
Demonstrasi semakin meluas dan sulit dipadamkan. Kondisi ini melemparkan Hong
Kong pada krisis politik. Hampir dua juta dari tujuh juta orang berpartisipasi
dalam demonstrasi ini. Mereka menyerukan pemerintah untuk menarik undang-undang
yang diusulkan yang memungkinkan ekstradisi ke daratan Tiongkok.







