Tuesday, May 9, 2017 0 comments

PKI: Perjuangan Ekonomi Politik Dalam Melawan Imperialisme Paska Proklamasi Hingga Tahun 1949

Pki: Perjuangan Ekonomi Politik Dalam Melawan Imperialisme Paska Proklamasi Hingga Tahun 1949[1][1]
PKI adalah sebuah partai revolusioner yang menjadi salah satu tonggak dari perjuangan rakyat di Indonesia dalam melawan Imperialisme. PKI menjadi musuh utama dari pergerakan-pergerakan kaum kanan seperti Masyumi, PSI, bahkan Amerika Serikat karena PKI berhasil menanamkan kesadaran kelas ke tubuh rakyat Indonesia bahwa kaum kanan yang mendukung perkembangan Imperialisme adalah kaum yang menghisap darah rakyat. Bagaimana PKI dengan pesatnya memperjuangkan ekonomi politik kerakyatakan paska proklamasi hingga tahun 1949 dalam melawan Imperialisme?

Lahirnya PKI Sebagai Anak Zaman
Lahirnya suatu partai revolusioner tidak pernah lepas dari lahirnya satu kelas yang dibelanya, yaitu kelas buruh. Begitupun juga dengan PKI, lahir di awal abad 20 sebagai pembela terdepan dari kelas buruh Indonesia yang pada saat itu masih berumur sangat muda. Walaupun masih berumur muda, namun kelas buruh Indonesia telah mampu bergerak secara militan dan disiplin dalam pertempurannya melawan kelas-kelas borjuasi yang pada saat itu juga masih berumur muda.
Tuesday, May 2, 2017 0 comments

​Marxisme: Teori Usang yang Perlu Dibangkitkan Kembali


Sejak runtuhnya Uni Soviet dan beralihnya Cina ke sistem ekonomi pasar, para marxis semakin tidak percaya diri. Apalagi Fukuyama sempat menerbitkan thesis tentang kejayaan Kapitalisme sebagai sistem akhir yang di dunia ini. Belum cukup sampai disitu, Korea Utara pun akhirnya menjadi suatu negara feodal yang sangat diktatoris dan Kuba hanyalah sepenggal cerita sejarah revolusi partisipan yang dikhianati oleh anaknya Castro. Tetapi apa benar Marxisme sudah tidak relevan lagi?
Banyak yang berkata bahwa Marxisme hanyalah mimpi para pemuda yang ingin memperjuangkan hak buruh dan menghapus kelas. Tidak sedikit yang bilang, Marxisme hanyalah sebuah filsafat Idealisme yang menyembunyikan dirinya sendiri dalam doktrin Materialisme Dialektika. Artinya, Marxisme sama dengan filsafat Hegel, dialektika yang berujung pada keniscayaan utopis. Tetapi apakah benar demikian?
Wednesday, April 26, 2017 0 comments

Marxisme dan Islam


Pengaitan antara Komunisme dengan Atheis menjadi suatu polemik yang umum di Indonesia. Stigma ini di ciptakan bahkan secara radikal sehingga rakyat Indonesia yang pada dasarnya berprinsip “gotong royong” akhirnya tidak lagi demikian. Pancasila yang merupakan Sosialisme ala Indonesia pun akhirnya di selewengkan menjadi suatu ideologi yang dekat dengan Liberalisme. Masyarakat Pancasila yang di bentuk orde baru akhirnya menjadi masyarakat totaliter dan dogmatis terhadap Pancasila yang bahkan tidak murni lagi maknanya. Tap MPR No. 25/1966 sengaja di bentuk agar pengaruh Amerika yang justru menjauhkan kita dari agama masuk ke Indonesia.
Lalu paham kita yang Sosialisme akhirnya di jauhkan, kita menjadi suatu masyarakat yang individualis, teralienasi akibat materi, dan akhirnya tidak lagi bersifat manusia. Masyarakat kita tak ubahnya seperti mesin pencetak uang bagi negara-negara Liberalisme yang maju. Hal ini tidak pernah di sadari oleh masyarakat kita sendiri karena masyarakat kita di biarkan awam dan buta akan politik. Kembali ke topik awal. Islam adalah sebuah agama yang mayoritas pemeluknya ada di Indonesia. Ketika negara ini masih dalam proses menuju tahap negara, Islam adalah penggerak mayoritas serta basis perjuangan yang paling potensial. Salah satu organisasi massa Islam yang paling besar dan juga menjadi tonggak awal pergerakan adalah Sarekat Islam.
Tuesday, April 18, 2017 0 comments

Islam Politik: Bolehkah Agama Berpolitik?


Sejak runtuhnya kekhilafahan Utsmaniyah, kaum sekuler mengumandangkan kejayaannya. Tetapi beberapa pemikir Islam modern kembali mengumandangkan Islam politik, seperti Jamaluddin El Afghani dan Muhammad Abduh. Keduanya membuat konsep Pan Islamisme yg belakangan menjadi kiblat bagi pergerakan Sarekat Islam. Tak ketinggalan, Hasan Al Banna dan Sayyid Qutbh pun mendirikan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan mulai bersaing dengan partai sekuler Mesir. Tetapi rupanya Lenin dan kawan-kawannya di Komintern meyakinkan kita bahwa Pan Islamisme sesungguhnya bentuk Imperialisme agama. Apakah benar demikian? Kebijakan Komintern tersebut - pada akhirnya - membuat pergerakan Sarekat Islam pecah. Hasan Sho'ub, Muhammad Thaha, dan beberapa pemikir Islam lainnya sependapat dengan tesis Komintern tersebut. Menurut mereka sudah seharusnya Islam jauh dari politik.
Tuesday, April 11, 2017 0 comments

Propaganda Anti Mistisme Dan Takhayul

Indonesia, negara yang mempunyai penduduk terbesar di dunia ke – 4 mempunyai heterogenitas yang sangat tinggi. Di negara kepulauan itu, kita dapat menemukan kurang lebih 600 suku dengan bahasa dan kebudayaannya masing-masing. Apa yang paling membuat unik adalah Indonesia bahkan mempunyai kurang lebih 600 kepercayaan tradisional yang bersandarkan pada Animisme dan Dinamisme. Masyarakat Indonesia yang dogmatis akhirnya membuat kepercayaan tradisional tersebut menjadi budaya yang sangat melekat di setiap individu anggota masyarakatnya.
Rupanya, kepercayaan tradisional yang melekat dalam-dalam itu menjadi sebuah alasan utama mengapa terjadi sinkretisme agama di Indonesia. Kita mengetahui bahwa Hindu di Indonesia, baik Kaharingan, Dharma, Tengger, dan yang lainnya berbeda dengan Hindu di tempat asalnya, India. Begitu juga Kristen di Jawa bahkan berbeda dengan Katholik di Vatikan, belum lagi HKBP yang juga berbeda dengan Protestan di Eropa. Yang paling parah adalah Islam, karena Islam memiliki bentuk sinkretis yang paling banyak. Di setiap daerah di Indonesia yang mempunyai beragam kepercayaan tradisional akhirnya mempunyai bentuk ajaran Islam sinkretis yang berbeda-beda pula. Setidaknya hal inilah yang menjelaskan mengapa Islam di Indonesia dinilai sangat bernilai mistisme.
Thursday, April 6, 2017 0 comments

Pan Arabisme dan Baathisme


Mungkin tidak ada pahlawan Arab yang paling berani selain Nabi Muhammad SAW, Umar Ibn Khattab, Khalid Ibn Walid, Gamal Abdul Nasser, dan Saddam Husein. Salah satu dari mereka merupakan presiden Mesir yang berhasil menggulingkan dua kekuasaan sekaligus yaitu Raja Farouk I dan presiden Mesir pertama, Jenderal Muhammad Naguib. Gamal Abdul Nasser, mungkin pantas disebut pahlawan Arab ketika cita-citanya yaitu mempersatukan seluruh tanah Arab di gulirkan. Beliau berani menasionalisasi Terusan Suez di tahun 1956. Prestasi terbesarnya ialah ia berhasil membentuk Republik Persatuan Arab bersama Presiden Syria, Syukri Al Quwatli. Sikap Nasser dan kemenangannya di dalam Perang Suez tersebut membuatnya menjadi panutan banyak pemerintahan oposisi di negara-negara Arab termasuk Irak.
Sentimen pro Nasser juga banyak diserukan di Syria sehingga Partai Baath yang berkuasa pada masa itu di bawah kepemimpinan Syukri mendekati Nasser untuk mencoba persatuan kedua negaranya. Persatuan tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh Partai Komunis di Syria serta menaikkan popularitas Partai Baath di kalangan rakyat. Sedangkan para pebisnis Syria berharap agar persatuan ini dapat mereka manfaatkan untuk menggarap pasar Mesir yang potensial. Beberapa keuntungan yang telah di prediksi oleh Syria akhirnya membuat Partai Baath menggebu-gebu ingin bersatu dengan Mesir di bawah kepemimpinan Nasser nantinya.
Wednesday, March 29, 2017 0 comments

“Pemahaman Agama Sebagai Filsafat Dalam Perspektif Materialime”


Agama merupakan sesuatu yang sangat sakral untuk di perdebatkan dan di kritik, namun tampilnya Descartes dan Kant membuka jalan atas kritik agama yang juga menjadi jalan pengubah keadaan sosial politik di Eropa pada masa itu. Sebelum tampilnya mereka berdua sebagai seorang filsuf, Eropa di liputi kegelapan agama yang sangat pekat sehingga setiap aspek kehidupan merupakan bagian dari agama. Eropa diliputi dengan ajaran bahwa semua berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Pemikiran ilmiah seperti pemikiran Galilean dan Copernican di berangus habis demi melanggengkan kekuasaan agama di Eropa.
Bagaimana dengan dunia timur? Di dunia lama, agama dijadikan alat kekuasaan bagi para kaum Feodal untuk melegalkan monarki absolut. Sering kita dengar bahwa para raja di dunia timur merupakan titisan Dewa ataupun Tuhan, maka bagi siapa yang menentang kerajaan, dia akan mendapat hukum Tuhan yang absolute. Yang demikian merupakan pemerintahan bentuk Monarki Teokrasi. Beda lagi, ketika Feodal di berangus sejak adanya Revolusi Perancis, agama di jadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan atas ekonomi masyarakat. Maka tidak heran kita menyatakan bahwa agama adalah alat penindasan kaum bawah.
 
;